ANALISIS KRITIS SUBSTANSI DAN IMPLEMENTASI UNDANG-UNDANG NOMOR 13 TAHUN 2012 TENTANG KEISTIMEWAAN DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA DALAM BIDANG PERTANAHAN

Kus Sri Antoro(1*)

(1) 
(*) Corresponding Author

Abstract


Abstract: The structure of land tenure and ownership in Special Province of Yogyakarta (Daerah Istimewa Yogyakarta/DIY) has
changed radically since The Law No 13/2012 on Yogyakarta’s Special Status (UUK DIY) was enacted.. The changes include 1)
establishment of both the Sultanate (Kasultanan) and Pakualaman Regency as special legal bodies allowed to possess lands,
according to this article by the name of Culture Heritage Legal Body (Badan Hukum Warisan Budaya/BHWB); 2) establishment
of the existence of lands categorized as Sultan’s (Sultanaat Grond/SG) and Pakualaman’s (Paku Alamanaat Grond/PAG). This
paper is the result of a community desk study conducted from September 2014 to February 2015, and is aimed at showing:
1) the legal position of SG and PAG; 2) the legal position of state-controlled lands; 3) the legal position of lands belonging to
society, either individual or communal (village-owned lands), 4) the position of agrarian law to UUK DIY. The analysis of official
documents carried out using historical; legal; and social-cultural approaches to critically analyze the substance and implementation
of UUK DIY.
Keywords: UUK DIY, Kasultanan, Pakualaman, Sultanaat Grond, Paku Alamanaat Grond


Abstrak: Struktur penguasaan dan kepemilikan tanah di Propinsi Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) mengalami perubahan
mendasar sejak UU No 13 Tahun 2012 tentang Keistimewaan DIY (UUK DIY) disahkan. Perubahan tersebut meliputi 1)
penetapan Kasultanan/Kadipaten (Pakualaman) sebagai badan hukum khusus yang dapat memiliki tanah, dalam tulisan ini disebut
Badan Hukum Warisan Budaya (BHWB); 2) pengukuhan eksistensi tanah-tanah yang digolongkan sebagai Sultanaat Grond (SG)
dan Paku Alamanaat Grond (PAG). Tulisan ini merupakan hasil dari penelitian pustaka oleh komunitas masyarakat yang dilakukan
dari September 2014 hingga Februari 2015, dan bertujuan untuk menunjukkan 1) kedudukan hukum dari tanah dengan status
SG dan PAG; 2) kedudukan hukum dari tanah yang dikuasai negara, 3) kedudukan hukum dari tanah yang dimiliki masyarakat,
baik individu maupun komunitas (tanah desa), 4) kedudukan hukum agraria terhadap UUK DIY. Analisis terhadap isi dokumendokumen
resmi dilakukan dengan pendekatan sejarah, hukum, dan sosial budaya untuk menelaah secara kritis substansi dan
implementasi UUK DIY.
Kata kunci: UUK DIY, Kasultanan, Pakualaman, Sultanaat Grond, Paku Alamanaat Grond


Keywords


UUK DIY; Kasultanan; Pakualaman; Sultanaat Grond; Paku Alamanaat Grond

Full Text:

Download PDF

References


Adjiekoesoemo, BSW 2012, Pembelaan Tanah untukRakyat, Jogja Gate: Pengkhianatan TerhadapHB IX dan PA VIII, Sami Aji Center, Yogyakarta.

Aditjondro, George Junus, SG dan PAG PenumpangGelap RUUK (epilog) dalam Warso Gurun (ed)2013, Menanam Adalah Melawan, PaguyubanPetani Kulon Progo-Tanah Air Beta, Yogya-karta.

Antoro, Kus Sri 2010, Konflik-konflik di Kawasan Pertambangan Pasir Besi: Studi Implikasi Otonomi Daerah (Studi Kasus DIY), IPB, Tesis(tidak dipublikasikan)

____, 2014, ‘Legitimasi Identitas Adat dalam Dinamika Politik Agraria’, Jurnal Bhumi No 39Tahun 13, April 2014, STPN Yogyakarta, p. 427-441,

Burns, Peter 2010, Adat, yang Mendahului SemuaHukum dalam J,S, Davidson, D, Henley, S,Moniaga (ed), 2010, Adat dalam Politik Indo-nesia, KITLV-Jakarta Yayasan Obor, Jakarta.

Fitzpatrick, Daniel 2010, Tanah, Adat, dan Negaradi Indonesia pasca-Soeharto: Perspektifseorang ahli hukum asing dalam J,S, Davidson,D, Henley, S, Moniaga (ed), 2010, Adat dalamPolitik Indonesia, KITLV-Jakarta YayasanObor, Jakarta.

Klinken, Gerry van, Kembalinya Para Sultan: PentasGerakan Komunitarian dalam Politik Lokal’dalam J,S, Davidson, D, Henley, S, Moniaga(ed.) 2010, Adat dalam Politik Indonesia,KITLV-Jakarta Yayasan Obor, Jakarta.

Karjoko, Lego 2006, ‘Komparasi Antara Sistem Hukum Tanah Nasional Dengan Sistem Hukum Tanah Keraton Yogyakarta’, YustisiaEdisi Nomor 68 Mei - Agustus 2006, p.57-66,

http://eprints,uns,ac,id/765/1/Komparasi_Antara_Sistem_Hukum_Tanah_Nasional_Dengan_Sistem%C2%A0_Hukum_ Tanah_Keraton_Yogyakarta,pdf

Kusumoharyono, Umar 2006, ‘Eksistensi Tanah Kasultanan (Sultan Ground) Yogyakarta Setelah Berlakunya UU No, 5 / 1960’, YustisiaEdisi Nomor 68 Mei - Agustus 2006http://eprints,uns,ac,id/1816/1/44-fullteks,pdf.

Luthfi, Ahmad N, M. Nazir S, A, Tohari, Dian A,W,dan Diar Candra T 2009, Keistimewaan Yogyakarta: Yang Diingat dan Yang Dilupakan, STPN Press, Yogyakarta.

Munsyarief 2013, Menuju Kepastian Hukum atasTanah: Kasultanan dan Pakualaman Di Daerah Istimewa Yogyakarta, Penerbit Ombak, Yog-yakarta.

Puri, Widhiana H 2014,’Kontekstualitas Aff irma-tive Action dalam kebijakan Pertanahan di Yogyakarta’, Jurnal Bhumi No 37 Tahun 12, April2013, STPN Yogyakarta, p. 169-180,

Ranuwidjaja, Usep 1995, Swapraja Sekarang dan DiHari Kemudian, Penerbit Djambatan, Jakarta.

Sembiring, Julius 2012, Tanah Negara, STPN Press,Yogyakarta.

Shiraishi, Takashi 1997, Zaman Bergerak: Radi-kalisme Rakyat di Jawa 1912-1926,: PustakaUtama Graf iti, Jakarta.

Soemardjan, Selo 2009, Perubahan Sosial di Yogyakarta, Komunitas Bambu, Depok.

Suyitno 2006, ‘Hak atas Tanah Kraton Kasultanan Yogyakarta’, Bulletin LMDP LAND, Edisi 01 November 2006-Januari 2007, p 6-10.

Topatimasang, Roem, ‘Mapping as Tool for Com-munity Organizing Agains Power: A Moluccas Experience’ In Brosius, P,J, et al, (ed) 2005,Communities and Conservation: Histories and

Kus Sri Antoro: Analisis Kritis Substansi dan Implementasi ...: 12-32Politics of Community-Based Natural ResourceManagement, Rowman & Littlef ield, Lanhamand Oxford.

Yanuardy, Dian 2012, Commoning, DispossessionProjects and Resistance: A Land Dispossession Project for Sand Iron Mining in Yogyakarta,Indonesia, International Conference onGlobalLandGrabbing IIOctober 17 19, 2012LandDealsPolitics Initiative (LDPI), Department ofDevelopment Sociology at Cornell University,Ithaca, New York.

Zakaria, Yando 2014, ‘Konstitusionalitas KriteriaMasyarakat (Hukum) Adat pasca-PutusanMahkamah Konstitusi No 35/PUU-X/2012’,Jurnal Kajian,Vol 19 No 2 Juni 2014, Pusat Pengkajian, Pengolahan Data, dan Informasi(P3DI) Sekretariat Jenderal Dewan PerwakilanRakyat RI, Jakarta p. 127-144.




DOI: https://doi.org/10.31292/jb.v1i1.38

DOI (Download PDF): https://doi.org/10.31292/jb.v1i1.38.g49

Article metrics

Abstract views : 485 | views : 837

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2018 Kus Sri Antoro

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.


BHUMI: Jurnal Agraria dan Pertanahan ISSN 2580-2151 (media online)

Sekolah Tinggi Pertanahan Nasional
Jurnal Bhumi dan STPN Press Lantai 2 Gedung Akademik-Sekolah Tinggi Pertanahan Nasional

Jalan Tata Bumi NO.5, PO BOX 1216 Yogyakarta 55293

Phone: (0274) 587239
Fax: (0274) 587239

View My Stats