Penyajian Informasi Spasial Pertanahan Berbasis Bencana Tanah Longsor di Gedangsari, Gunungkidul

Aprin Sulistyani(1*), Arief Syaifullah(2), Mr. Kusmiarto(3)

(1) 
(2) 
(3) 
(*) Corresponding Author

Abstract


Abstract : Indonesia is in the region with high potential threat of natural disasters. Landslides is the largest and most deadly threat in Indonesia (Gema BNPB 2015). Therefore, disaster risk reduction is needed to minimize the impact of disaster, by encouraging collection, management and access to the risk information using location-based database. To support these efforts, this research sought to describe the distribution of the level of threat, vulnerability, capacity and risk of landslides in the district of Gedangsari through decisive element of risk weighting, which are threats, vulnerabilities and capacities for 67 hamlets in study area. The result were presented as Threat Map, Vulnerability Map, Capacity Map and Landslide Risk Map. Furthermore, these maps were overlayed with Land Registry Map and Technique Base-Map. The results were analyzed using spatial and quantitative descriptive methods to provide land information-based landslides in Kecamatan Gedangsari. This information is useful to support the work of National Land Agency in providing safe land relocation near to the disaster site and to maintain Cadastral Control Points. Keywords : landslide, land relocation, contol points


Intisari : Wilayah Indonesia berada pada potensi tinggi ancaman bencana alam. Bencana tanah longsor merupakan ancaman terbesar dan paling mematikan di Indonesia (Gema BNPB 2015). Oleh karena itu perlu upaya pengurangan risiko bencana untuk meminimalisir dampak yang ditimbulkan dengan mendorong pengumpulan, manajemen dan akses informasi risiko menggunakan dasar data berbasis lokasi. Dalam rangka mendukung upaya tersebut, penelitian ini mencoba menggambarkan sebaran tingkat ancaman, kerentanan, kapasitas dan risiko bencana tanah longsor di Kecamatan Gedangsari melalui pembobotan unsur penentu risiko yaitu ancaman, kerentanan dan kapasitas pada 67 dusun. Hasilnya, disajikan dalam bentuk Peta Ancaman, Peta Kerentanan, Peta Kapasitas dan Peta Risiko Bencana Tanah Longsor. Selanjutnya, peta-peta tersebut dipadukan dengan Peta Pendaftaran Tanah dan Peta Dasar Teknik. Hasil overlay kemudian dianalisis secara spasial dan deskriptif kuantitatif untuk menyajikan informasi pertanahan berbasis bencana tanah longsor di Kecamatan Gedangsari. Informasi tersebut bermanfaat dalam rangka melaksanakan fungsi Badan Pertanahan Nasional seperti kegiatan penyediaan tanah relokasi yang aman dan dekat dengan lokasi bencana dan pemeliharaan TDT. Kata Kunci : tanah longsor, relokasi tanah, TDT


Keywords


tanah longsor; relokasi tanah; TDT

Full Text:

PDF

References


Pemerintah Kabupaten Gunungkidul DinasPerindustrian Perdagangan Koperasi EnergiDan Sumber Daya Mineral KabupatenGunungkidul2013, Laporan Akhir PenyusunanPeta Tingkat Kerentanan Gerakan Tanah DanPeta Tingkat Risiko Gerakan Tanah DiKecamatan Gedangsari.

——, 2015, “40,9 Juta Jiwa Penduduk IndonesiaTerpapar Ancaman Longsor”, Gema BNPB, Vol.6, No. 1, Mei 2015.

Badan Nasional Penanggulangan Bencana 2015,Kerangka Kerja Sendai untuk PenguranganRisiko Bencana 2015 – 2030 , Jakarta.

Aditya, T 2014, “Peluang dan Tantangan OverlayPeta dan Aplikasi Geospasial MelaluiPemetaan Kolaboratif Berbasis SRGI 2013”,Seminar dan Workshop ISI 2014, Pekanbaru.

Badan Pusat Statistik Kabupaten Gunungkidul 2015,Gunungkidul dalam Angka 2015.,Badan PusatStatistik, Kabupaten Gunungkidul.

Hasan, I 2009, Analisis Data Penelitian DenganStatistik, Bumi Aksara, Jakarta.

Kurniawan, L dkk. 2012, Pedoman Nasional Peng-kajian Risiko Bencana untuk Rencana Penang-gulangan Bencana, Badan Nasional Penang-gulangan Bencana, Jakarta.

Nurjanah, dkk. 2012, Manajemen Bencana. Alfa-beta, Bandung.

Peraturan Kepala Badan Pertanahan NasionalRepublik Indonesia Nomor 2 Tahun 2011 ten-tang Pedoman Pertimbangan Teknis Perta-nahan dalam Penerbitan Izin Lokasi, Pene-tapan Lokasi dan Izin Perubahan PenggunaanTanah.

Prahasta, E 2002, Konsep - konsep Dasar InformasiGeograf is, Informatika, Bandung.

Prahasta, E 2002, Tutorial ArcGIS Desktop Untuk BidangGeodesi & Geomatika, Informatika, Bandung.

Raco, JR 2010, Metode Penelitian Kualitatif “Jenis,Karakteristik, dan Keunggulannya”. Grasindo,Jakarta.

Ramli, S, Pedoman Praktis Manajemen Bencana(Disaster Management), Dian Rakyat, Jakarta.

Retnowati, RE 2014, “Pemetaan Risiko BencanaTanah Longsor dan Prediksi Kerugian Petani(Studi di Desa Hargotirto Kecamatan KokapKabupaten Kulon Progo)”, Skripsi, SekolahTinggi Pertanahan Nasional.

Sudibyakto 2011, Manajemen Bencana Di IndonesiaKe Mana?, Gadjah Mada University Press,Yogyakarta.

Sugiyono 2008, Memahami Penelitian Kualitatif,Alfabeta, Bandung.Sugiyono 2011, Metode Penelitian Kombinasi (MixedMethods), Alfabeta, Bandung.

Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2007 tentangPenanggulangan Bencana.

Westen, CV 2011, Multi Hazard Risk Assess-ment. University of Twente, Enschede.




DOI: https://doi.org/10.31292/jb.v2i2.74

Article metrics

Abstract views : 872 | views : 863

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2016 Aprin Sulistyani, Arief Syaifullah, Mr. Kusmiarto

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.

View My Stats