Reforma Agraria: Momentum Mewujudkan Kemandirian Ekonomi Masyarakat Kecil dalam Mendukung Ketahanan Pangan
DOI:
https://doi.org/10.31292/jb.v2i2.69Keywords:
reforma agraria, kemandirian ekonomi, masyarakat kecil, ketahanan pangan.Abstract
Abstract : Agrarian Reform is one of nawacita program and become national priority. The aim of agrarian reform is to improve people’s welfare. However, its implementation has not yet able to realize local economic independence of middle and low class society, and has not yet able to address the issue of food security. This study was intended to analyze the scheme that should be improved to implement agrarian reform, that able to support local economic independence for middle to low classes, as well as to support food security. The results show that those objectives can be achieved through 2 (two) changes of agrarian reform scheme. First, change in emphasizing of crop and livestock cultivation to support the fulfillment of community needs to reduce food and meat import. Second, the change of access reform scheme that does not involve interest capitalization system and penalty fines. That system can be replaced by cluster integration system initiated by Bank Indonesia into agrarian reform program. Keywords : agrarian reform, economic self-reliance, small communities, food security.
Intisari : Reforma Agraria adalah salah satu bagian nawacita yang menjadi prioritas nasional yang tujuannya untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat. Namun demikian, pelaksanaan reforma agraria belum mampu mewujudkan kemandirian ekonomi lokal masyarakat kelas menengah ke bawah dan juga belum mampu mengatasi permasalahan ketahanan pangan. Oleh karena itu dalam kajian ini dilakukan analisis mengenai skema apa yang perlu diperbaiki agar kegiatan reforma agraria kedepan mampu untuk mendukung kemandirian ekonomi lokal masyarakat kelas menengah ke bawah sekaligus mendukung ketahanan pangan. Berdasarkan hasil analisis, bahwa kedua tujuan tersebut dapat dicapai melalui 2 (dua) perubahan skema reforma agrarian, Pertama, perubahan pada penekanan budidaya tanaman dan peternakan yang mendukung pada pemenuhan kebutuhan masyarakat agar tidak terjadi import pangan dan daging. Kedua, perubahan skema akses reform yang tidak melibatkan pemodalan sistem bunga dan denda pinalti. Hal ini digantikan dengan integrasi sistem klaster yang diinisisiasi oleh Bank Indonesia ke dalam program reforma agraria. Kata Kunci : reforma agraria, kemandirian ekonomi, masyarakat kecil, ketahanan pangan.
Downloads
References
Bachriadi, Dianto, 2007, Reforma Agraria untukIndonesia: Pandangan Kritis tentang ProgramPembaruan Agraria Nasional (PPAN) atauRedistribusi Tanah ala Pemerintahan SBY,Fakutas Hukum Universitas Bengkulu,Bengkulu.
Dahuri, Rokhmin, 2015, Penataan Ruang WilayahPesisir, Pulau Kecil Dan Lautan Untuk Mening-katkan Daya Saing Dan Pertumbuhan EkonomiBerkualitas Secara Berkelanjutan Menuju Indo-nesia Sebagai Poros Maritim Dunia Disam-paikan Pada Rapat Fullboard Kegiatan Kon-sultasi Teknis Direktorat Penataan WP3WT,Direktorat Jenderal Penataan Agraria,Kementerian Agraria Dan Tata Ruang/ BadanPertanahan Nasional, Jakarta.
Fauzi, Noer, 2008, Gelombang) Baru) Reforma)Agraria Di) Awal) Abad) Ke-21, Universitas In-donesia, Depok.
Mungkasa, Oswar, 2014, Reforma Agraria Sejarah,Konsep dan Implementasinya Dimuat padaBuletin Agraria Indonesia Edisi I Tahun 2014Terbitan Direktorat Tata Ruang dan Perta-nahan Bappenas, Jakarta.
Setiawan, Budi, 2012, Pengaruh Kredit Usaha Rakyat( KUR ) Terhadap UMKM di Indonesia, Univer-sitas Pakuan, Bogor.
Winoto, Joyo, 2007, “Reforma Agraria: SuatuPengantar”, Sambutan 99 Tahun KebangkitanNasional, Jakarta.
KPM 321 – Kajian Agraria Reforma Agraria , 2010-2011, Departemen Komunikasi & Pengem-bangan Masyarakat. Fakultas Ekologi ManusiaInstitut Pertanian Bogor, Bogor.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
- All articles published in Jurnal Bhumi are licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International license.
- Copyright of the article remains with the author(s) without time limit. Jurnal Bhumi holds the license for first publication only.
- Author(s) can submit other contract as separate addition related to published articles, such as: uploading to institutional repository, publishing in book or other media with recognition and addressing initial publisher as Jurnal Bhumi.
- All parties are free to quote, copy, and adapt any article in Jurnal Bhumi for any legitimate purpose in any media, with the requirement to include credit for original author(s) and Jurnal Bhumi as first publisher.






