Modernisasi Tanpa Pembangunan Dalam Proyek Food Estate Di Bulungan Dan Merauke

  • Anggalih Bayu Muh. Kamin Departemen Politik & Pemerintahan, Fak. Ilmu Sosial & Ilmu Politik, Universitas Gadjah Mada
  • Reza Altamaha Departemen Antropologi, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Gadjah Mada
Keywords: Transmigrasi, Food Estate, Modernisasi Pertanian.

Abstract

Abstract: Transmigration has been related to efforts to boost food productivity. During the New Order era, transmigration was promoted in order to create cheap labor on large government-owned plantations. After the New Order period, transmigration was once again made to support  food program initiated through food estate project. This study wants to explore the paradox of the process of modernization of large-scale agriculture through a food estate project which turned out causing negative impacts for transmigrant farmers and local residents. This research is a literature study carried out by searching research reports, government documents, journal articles, and news from various media concerning the implementation of food estate. Data analysis was carried out through several stages, namely data reduction, data presentation, verification and conclusion drawing. This study has discovered how the large-scale agricultural modernization projects in Merauke and Bulungan is not an effort to support food security, but merely a broad-scale agribusiness expansion. The implementation of transmigration, basically, only serves as a support to ease the agribusiness expansion that takes place in Merauke and Bulungan. This study has proven the condition of food insecurity that must be faced by transmigrant farmers & local residents affected by the project. 

Intisari: Transmigrasi selama ini terkait dengan upaya menggenjot produktivitas pangan. Pada masa Orde Baru, transmigrasi digalakkan dengan untuk menjadikan transmigran sebagai tenaga kerja murah di perkebunan besar milik pemerintah. Setelah masa Orde Baru berakhir, transmigrasi dijadikan lagi sebagai penopang program pangan dengan dicetuskannya proyek food estate. Kajian ini ingin mendalami paradoks dari proses modernisasi pertanian skala luas melalui proyek food estate yang justru menyebabkan dampak negatif bagi petani transmigran dan penduduk lokal. Penelitian ini merupakan studi literatur yang dilakukan dengan melakukan penelusuran terhadap laporan penelitian, dokumen pemerintahan, artikel jurnal, dan berita dari berbagai media yang terkait dengan pelaksanaan food estate. Analisis data dilakukan melalui beberapa tahapan, yakni reduksi data, penyajian data, verifikasi dan penarikan kesimpulan. Kajian ini telah menemukan bagaimana proyek modernisasi pertanian dalam skala luas di Merauke dan Bulungan bukanlah usaha menjaga ketahanan pangan, melainkan semata ekspansi agribisnis dalam skala luas. Penyelenggaraan transmigrasi pada dasarnya hanya menjadi penopang untuk memfasilitasi ekspansi agribisnis yang terjadi di Merauke dan Bulungan. Kajian ini telah membuktikan kondisi kerawanan pangan yang harus dihadapi petani transmigran & penduduk lokal terdampak proyek. 

 

Downloads

Download data is not yet available.

References

Arizona, Y 2014, Konstitusionalisme Agraria, STPN Press, Yogyakarta.
Bachriadi, D. and Wiradi, G 2011, Enam dekade ketimpangan masalah penguasaan tanah di Indonesia, Agrarian Resource Centre, Bina Desa & KPA, Bandung.
Barahamin, A 2015, Hikayat beras pemangsa sagu: Etnosida Terhadap Malind-Anim melalui mega proyek MIFEE, indoprogress.com. Available at: https://indoprogress.com/2015/10/hikayat-beras-pemangsa-sagu-etnosida-terhadap-malind-anim-melalui-mega-proyek-mifee/ (Accessed: 15 September 2019).
Bidang Transmigrasi Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi Kalimantan Timur (2013) Penyelenggaraan program transmigrasi di Provinsi Kalimantan Timur. Samarinda.
Casson, A, Muliastra, YIKD and Obidzinski, K 2014, Large-scale plantations, bioenergy developments and land use change in Indonesia. Bogor.
Damanik, M. R. et al. 2014, Belajar dari rakyat: “investasi pertanian yang bertanggung jawab”, Indonesia for Global Justice, Yogyakarta.
Down To Earth 2011, Tanah Papua: perjuangan yang berlanjut untuk tanah dan penghidupan. Greenside Farmhouse, Hallbankgate, Cumbria CA82PX, England.
Fagi, A.M 2014, ‘Ketahanan Pangan Indonesia Dalam Ancaman: Strategi dan Kebijakan Pemantapan dan Pengembangan’, Analisis Kebijakan Pertanian, 11(1), pp. 11–25.
Forest People Programme et al. 2013, Starvation and poverty in Indonesia: civil society organisations appeal for suspension of MIFEE project in Papua pending redress for local communities, downtoearth-indonesia.org. Available at: owntoearth-indonesia: http://www.downtoearth-indonesia.org/id/node/1043 (Accessed: 15 September 2019).
Forest Peoples Programme et al. 2013, Kelaparan dan kemiskinan di Indonesia: organisasi masyarakat sipil menyerukan penghentian proyek MIFEE di Papua sebelum ada perbaikan bagi masyarakat setempat, downtoearth-indonesia.org. Available at: http://www.downtoearth-indonesia.org/id/story/kelaparan-dan-kemiskinan-di-indonesia-organisasi-masyarakat-sipil-menyerukan-penghentian-proye (Accessed: 11 September 2019).
Franky, YL 2015, MIFEE: Perampasan tanah luas dan menggusur hak orang Papua, pusaka.or.id. Available at: https://pusaka.or.id/assets/2015/04/Paper-MIFEE-untuk-Konferensi-KAA-April-2015.pdf (Accessed: 26 September 2019).
Frinces, ZH 2013, ‘Membangun ekonomi daerah di Indonesia’, Jurnal Ekonomi, 4(2), pp. 177–191.
Ginting, L and Pye, O 2013, ‘Resisting agribusiness development: The Merauke Integrated Food and Energy Estate in West Papua, Indonesia’, ASEAS - Austrian Journal of South-East Asian Studies, 6(1), pp. 160–182.
Khusniah, U 2014, Harapan besar pada food estate, gatra.com. Available at: http://arsip.gatra.com/2014-08-13/majalah/artikel.php?pil=23&id=157296 (Accessed: 11 October 2019).
Legiani, WH, Lestari, RY and Haryono 2018, ‘Transmigrasi dan Pembangunan di Indonesia (Studi Deskriptif Sosiologi Kependudukan dan Pembangunan)’, Hermeneutika: Jurnal Hermeneutika, 4(1), pp. 25–38.
Levang, P 2003, Ayo ke tanah sabrang: Transmigrasi di Indonesia, Kepustakaan Populer Gramedia, Jakarta.
Maguantara, YN et al. 2006, Reforma agraria: Kepastian yang harus dijaga, Koalisi Rakyat untuk Kedaulatan Pangan (KRKP), Bogor.
McCarthy, JF and Obidzinski, K 2015, ‘Responding to food security and land questions: Policy principles and policy choices in Kalimantan, Indonesia’, in Land grabbing, conflict and agrarian?environmental transformations: perspectives from East and Southeast Asia An international academic conference 5?6 June 2015, Chiang Mai University Conference Paper No. 47, pp. 1–20.
McCarthy, JF and Obidzinski, K 2017, Framing the food poverty question: Policy choices and livelihood consequences in Indonesia, researchgate. Available at: https://www.researchgate.net/publication/318832259_Framing_the_food_poverty_question_Policy_choices_and_livelihood_consequences_in_Indonesia (Accessed: 15 September 2019).
McCarthy, JF, Vel, JAC and Afiff, S 2012, ‘Trajectories of land acquisition and enclosure: development schemes,virtual land grabs, and green acquisitions in Indonesia’s Outer Islands’, The Journal of Peasant Studies, 39(2), pp. 521–549.
Muntaza 2014, MIFEE dan perempuan Adat Malind, Bogor. Available at: http://sajogyo-institute.org/wp-content/uploads/2016/05/Muntaza-2014.pdf.
Nainggolan, YA 2015, ‘Problematika mewujudkan kedaulatan pangan di Papua’, Jurnal HAM Komnas HAM, 12(1), pp. 93–114.
Nurjannah 2018, Sejumlah investor gagal di food estate, korankaltara.com. Available at: http://korankaltara.com/sejumlah-investor-gagal-di-food-estate/ (Accessed: 10 October 2019).
Pranadji, T and Simatupang, P 1999, ‘Konsep modernisasi dan implikasinya terhadap penelitian dan pengembangan pertanian’, Forum Penelitian Agro Ekonomi, 17(1), pp. 1–13.
Prihatin, RB 2013, ‘Revitalisasi program transmigrasi’, Aspirasi, 4(1), pp. 57–64.
Pujiriyani, DW et al. 2014, “Land grabbing”: Bibliografi beranotasi, STPN Press, Yogyakarta.
Putri, A 2013, Sekuritisasi isu pangan di Indonesia studi pada kebijakan food estate Pemerintah Republik Indonesia. Universitas Andalas.
Rhomadani, R 2018, Pengembangan di kawasan dekafe belum optimal, kaltara.prokal.co. Available at: https://kaltara.prokal.co/read/news/18002-pengembangan-di-kawasan-dekafe-belum-optimal.html (Accessed: 10 October 2019).
Ridarineni, N 2018, Kabupaten Bulungan siapkan 3.000 hektare lahan transmigrasi, republika.co.id. Available at: https://www.republika.co.id/berita/nasional/daerah/18/09/26/pfnt3a399-kabupaten-bulungan-siapkan-3000-hektare-lahan-transmigrasi (Accessed: 10 October 2019).
Sagala, MDS 2018, Peralihan hak atas tanah petani melalui program food estate dikaitkan dengan batas tanah maksimum kepemilikan tanah. Universitas Sumatera Utara.
Sajogyo 1973, Modernization without development in rural Java, Bogor.
Sajogyo 2004, ‘Etika pembangunan, siapa yang punya? Kasus: Ide koperasi’, Unisia, 4(27), pp. 343–350.
Sangadji, A 2014, Akumulasi primitif dan pengalaman historis di Sulawesi Tengah. Palu. Available at: http://ytm.or.id/wp-content/uploads/2017/01/Kertas-Kerja-2014.pdf.
Savitri, LA 2013, Korporasi & politik perampasan tanah, INSIST Press, Yogyakarta.
Savitri, LA and Prawirosusanto, KM 2015, ‘Kebun pangan skala luas di Ketapang: Menggambar angan-angan tentang surplus produksi’, Analisis Sosial, 19(1), pp. 57–72.
Setyo and Elly 2018, ‘Problems analysis on increasing rice production through food estate program in Bulungan regency, North Kalimantan’, IOP Conf. Series: Earth and Environmental Science, 147(1), pp. 1–10.
Simon et al. 2014, Menakar sawit riset kawasan, korupsi, dan pendapatan daerah di Sulawesi dan Kalimantan, Bogor.
Sosilawati et al. 2017, Sinkronisasi program dan pembiayaan pembangunan jangka pendek 2018-2020, keterpaduan pembangunan kawasan dengan infrastruktur pekerjaan umum dan perumahan rakyat Pulau Kalimantan. Jakarta.
Susantoro, TM and Andayani, A 2019, ‘Kontaminasi logam berat di kawasan pesisir Tanjung Selor Kalimantan Utara’, Oseanologi dan Limnologi di Indonesia, 4(1), pp. 1–14.
Sutanto, SH, Aruan, N and HT, MA 2019, ‘Evaluasi keberhasilan transmigrasi Jawa Timur di unit permukiman transmigrasi Tanjung Buka Sp.3 Kabupaten Bulungan Provinsi Kalimantan Utara’, Jurnal Borneo Administrator, 15(2), pp. 199–220.
Tarigan, H, Susilowati, SH and Kariyasa, K 2015, Laporan analisis kebijakan telaah sosial ekonomi dalam pengembangan pangan di Kawasan Timur Indonesia, Jakarta.
The Gecko Project and Mongabay 2019, Sophie Chao bicara bagaimana pebisnis memanipulasi adat buat rampas Tanah Papua, mongabay.co.id. Available at: https://www.mongabay.co.id/2019/04/09/sophie-chao-bicara-bagaimana-pebisnis-memanipulasi-adat-buat-rampas-tanah-papua/ (Accessed: 15 September 2019).
The Samdhana Institute 2015, The Samdhana Institute Annual Report 2015, Jakarta.
Tim Peneliti STPN (2012) Kebijakan, Kon?ik, dan Perjuangan Agraria Indonesia Awal Abad 21. Edited by AN Luthf, Pusat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Sekolah Tinggi Pertanahan Nasional, Yogyakarta.
Tohari, A 2013, ‘Land grabbing dan potensi internal displacement persons (IDP) dalam Merauke Integrated Food And Energy Estate (MIFEE) di Papua’, Bhumi, 12(37), pp. 49–62.
Waterkeeper Alliance and Jaringan Advokasi Tambang 2015, Hungry coal pertambangan batu bara dan dampaknya terhadap ketahanan pangan Indonesia, Jakarta.
Wijayanarko 2011, Transformasi masyarakat pedesaan dalam program MIFEE (Merauke Integrated Food And Energy Estate), digilib.mercubuana.ac.id. Available at: http://digilib.mercubuana.ac.id/manager/t!@file_artikel_abstrak/Isi_Artikel_234282329764.pdf (Accessed: 10 September 2019).
Yayasan Bina Desa 2013, Merauke Integrated Food And Energy Estate (MIFEE) Berkah atau Bencana Bagi Rakyat Papua? Jakarta. Available at: https://binadesa.org/wp-content/uploads/2013/08/MIFEE-Berkah-atau-Bencana-bagi-Rakyat-Papua.pdf.
Yuminarti, U 2017, ‘Kebijakan transmigrasi dalam kerangka otonomi khusus di Papua: Masalah dan harapan’, Jurnal Kependudukan Indonesia, 12(1), pp. 13–24.
CROSSMARK
Published
2019-12-02
DIMENSIONS
How to Cite
Kamin, A. B. M., & Altamaha, R. (2019). Modernisasi Tanpa Pembangunan Dalam Proyek Food Estate Di Bulungan Dan Merauke. BHUMI: Jurnal Agraria Dan Pertanahan, 5(2), 163–179. https://doi.org/10.31292/jb.v5i2.368