Optimalisasi Pemanfaatan Neraca Penatagunaan Tanah Dalam Penyusunan Rencana Tata Ruang Wilayah Di Daerah Istimewa Yogyakarta

Authors

  • Slamet Muryono Sekolah Tinggi Pertanahan Nasional
  • Agung Nugroho Bimasena Sekolah Tinggi Pertanahan Nasional
  • Asih Retno Dewi Sekolah Tinggi Pertanahan Nasional

DOI:

https://doi.org/10.31292/jb.v4i2.280

Keywords:

Neraca Penatagunaan Tanah, Penggunaan Tanah, Rencana Tata Ruang Wilayah.

Abstract

Abstract: The Land Use Balance (NPGT), among others, is a balance between Land Use and Regional Spatial Planning (RTRW). One of the government’s efforts is to control land in the regions, regional conditions can be adjusted to the ideal conditions in accordance with the needs in the future. One of the environmental control instruments used by implementing the Regional Spatial Plan. This research was carried out using overlapping analysis to analyze and calculate the use of land with the spatial plan in all districts/city in Yogyakarta Special Region during the period 2010-2017. The results showed that there was a discrepancy between NPGT and the RTRW in Yogyakarta Special Region. The highest inconsistency occurred in Kulonprogo Regency at 57,11%, and the lowest in Gunungkidul Regency at 20,06%. The impact of these mismatches is that land use control in DIY is not optimal. NPGT in DIY is not optimally utilized in the preparation/revision of the RTRW.
Keywords: Balance of Land Use, Land Use, Regional Spatial Plan

Intisari: Neraca Penatagunaan Tanah (NPGT) antara lain merupakan perimbangan antara Penggunaan Tanah dengan Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW). Pemerintah daerah melakukan upaya pengendalian penggunaan tanah di suatu wilayah, sehingga kondisi wilayah bisa disesuaikan dengan kondisi yang ideal sesuai dengan keinginan di masa yang akan datang. Instrumen pengendalian penggunaan tanah tersebut antara lain adalah Rencana Tata Ruang Wilayah. Penelitian ini dilakukan dengan teknik analisis tumpang susun peta untuk menganalisis kesesuaian dan ketidaksesuaian antara Penggunaan Tanah dengan Rencana Tata Ruang Wilayah di semua kabupaten/kota di Daerah Istimewa Yogyakarta selama periode 2010-2017. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terjadi ketidaksesuaian antara NPGT dengan RTRW di Daerah Istimewa Yogyakarta. Ketidaksesuaian tertinggi terjadi Kabupaten Kulonprogo sebesar 57,11%, dan terendah di Kabupaten Gunungkidul sebesar 20,06%. Dampak dari ketidaksesuaian tersebut adalah kegiatan
pengendalian penggunaan tanah di DIY menjadi tidak optimal. NPGT di DIY tidak optimal dimanfaatkan dalam penyusunan/revisi RTRW.
Kata kunci: Neraca Penatagunaan Tanah, Penggunaan Tanah, Rencana Tata Ruang Wilayah

Downloads

Download data is not yet available.

References

Direktorat Penatagunaan Tanah 2013, Tata cara kerja penyusunan neraca penatagunaan tanah, Badan Pertanahan Nasional Republik Indonesia.
______, 2018, Tata cara kerja penyusunan neraca penatagunaan tanah kabupaten/ kota. Direktorat Jenderal Penataan Agraria Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional.
Hardjowigeno, Sarwono dan Widiatmaka 2007, Evaluasi kesesuaian lahan & perencanaan tata guna lahan, Gadjah Mada University Press, Yogyakarta.
Imran, Suwito Y 2013, ‘Fungsi tata ruang dalam menjaga kelestarian lingkungan hidup Kota Gorontalo’, Jurnal Dinamika Hukum Vol.13.
Jayadinata, Johara T 1986, Tata guna tanah dalam perencanaan pedesaan perkotaan dan wilayah, Penerbit ITB, Bandung.
Puspasari, Sofi dan Sutaryono 2017, Integrasi agraria-pertanahan dan tata ruang, STPN Press, Yogyakarta.
Sadyohutomo, Mulyono 2008, Manajemen kota dan wilayah–realita dan tantangan, PT Bumi Aksara, Jakarta.
______, 2016, Tata guna tanah dan penyerasian tata ruang, Pustaka Pelajar, Yogyakarta.
Sandy, I Made 1985, Penggunaan tanah (land use) di Indonesia, Direktorat Tata Guna Tanah Direktorat Jenderal Agraria Departemen Dalam Negeri, Jakarta.
Supratikno, SI, Armawi, A, Marwasta, D 2016, ‘Pemanfaatan neraca penatagunaan tanah dalam mendukung penyusunan sistem informasi ketahanan pangan pokok wilayah (studi di Kabupaten Sleman Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta”, Jurnal Ketahanan Nasional, Volume 22 No. 1, 27 April 2016 Halaman 22-41, https://jurnal.ugm.ac.id/jkn/article/view/10653.
Sutaryono 2007, Dinamika penataan ruang dan peluang otonomi daerah, Tugu Jogja Grafika, Yogyakarta.
______, 2016, ‘Neraca penatagunaan tanah, instrumen integrasi tata ruang dan pertanahan dalam penyusunan RDTR dan peraturan zonasi”, FIT ISI. https:/
/www.academia.edu/35898478/NERACA_PENATAGUNAAN_ TANAH_Instrumen_Integrasi_Tata_Ruang_dan_Pertanahan_ dalam_Penyusunan_RDTR_dan_Peraturan_Zonasi_Sutaryono
Waskito dan Hadi Arnowo 2017, Pertanahan, agraria, dan tata ruang, Kencana, Jakarta.
Zulfajri 2016, Analisis neraca penggunaan lahan dan perubahannya terhadap rencana tata ruang wilayah Kabupaten Pidie, http://etd.unsyiah.ac.id/baca/ index.php?id=22752&page=60.

Downloads

Published

2019-01-05

Issue

Section

Articles