Pembentukan Wilayah Pertahanan Dan Persoalan Agraria Di Pesisir Selatan Kebumen-Cilacap

Devi Dhian Cahyati(1*)

(1) POLGOV UGM
(*) Corresponding Author

Abstract


Abstract

This paper describes the formation of defence area that often triggers agrarian questions at local level. The determination of defence area frequently aroused conflicts with local community having evidence of land ownership and cultivating the land for productive purposes. Ironically, military power, as an instrument for national defence claimed those land and use it for economic interests. This research uses qualitative method. Data collection was conducted by literature study, in-depth interviews and observation. This paper concludes that military defence was used as a tool to secure economic interests of the Colonial Government in colonial era. Furthermore, Indonesian military following this pattern in post-reform era. This means that there is a dislocation of authority when the Military uses public assets for their private interests.   

 

Intisari

Tulisan ini menjelaskan mengenai pembentukan wilayah pertahanan yang sering kali memicu persoalan agraria di ranah lokal. Penentuan wilayah pertahanan sering kali memunculkan persoalan dengan masyarakat lokal yang memiliki bukti kepemilikan tanah dan menggunakan tanah tersebut untuk kegiatan produktif. Militer sebagai alat pertahanan negara secara ironis melakukan klaim tanah dan memanfaatkan tanah untuk kepentingan ekonomi mereka. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan metode pengumpulan data melaluistudi pustaka, wawancara mendalam dan observasi. Tulisan ini menyimpulkan bahwa pertahanan menjadi alat untuk mengamankan kepentingan ekonomi pemerintah kolonial dan diikuti oleh militer Indonesia pasca reformasi. Artinya terjadi dislokasi wewenang ketika militer menggunakan aset publik untuk kepentingan privat.

 




Keywords


military; defence areas; claim; land; dislocation of authority

Full Text:

PDF

References


Alathas. Said Fadhillah. 1998. “Perubahan Fisik Akibat Kegiatan Penambangan di Pantai Cilacap”.Tesis. Program Ilmu Lingkungan Pasca Sarjana UGM

Bachriadi, Dianto dan Anton Lucas. 2001. Merampas Tanah Rakyat: Kasus Tapos dan Cimacan. Jakarta: Kepustakaan Populer Gramedia

Basundoro, Purnomo. 1999. “Transportasi dan Ekonomi di Karesidenan Banyumas Tahun 1830-1940”. Tesis. Program Studi Ilmu Sejarah Jurusan Ilmu-Ilmu Humaniora UGM

Cahyati, Devy Dhian. 2014. Konflik Agraria di Urut Sewu. Yogyakarta: STPN Press

Dalby, Simon. Geopolitical Change and Contemporary Security Studies: Contextualizing the Human Security Agenda. Working Paper No.30 April 2000

Grizold, Anton. The Concept of National Security in The Contemporary World. International Journal on World Peace, Vol. 11, No. 3 (SEPTEMBER 1994), pp. 37-53

Hall, Derek, Philip Hirsch, dan Tania Li. 2011. Power of Exclusion Land Dilemmas in Southeast Asia. Singapore:NUS Press.

Hardyanto, Fuad Yogo. 2010. “Perang Mempertahankan Kemerdekaan di Kebumen Tahun 1945-1950”. Skripsi. Fakultas Sastra dan Seni Rupa Universitas Sebelas Maret

Haseman, John B. Indonesian Military Reform: More Than a Human Rights Issue. Southeast Asian Affairs, (2006), pp. 111-125

Kelly, Alice dan Nancy Lee Peluso. 2015. “Frontiers of Commodification: State Lands and Their Formalization” Society and Natural Resources, Volume 29, Number 5. Pp.473-495

Lutfi, Ahmad Nashih 2014, “Geger Pesisiran Urut Sewu” dalam Konflik Agraria di Urut Sewu. Yogyakarta: STPN Press.

MacIntyre, Andrew. 1994. “Power, Prosperity and Patrimonialism: Business and Government in Indonesia”, in Business and Government in Industrialising. Andrew Macintyre, ed. 244-267. Sydney:Allen & Unwin

Mietzner, Marcus. 2006. The Politics of Military Reform in Post Suharto Indonesia: Elite Conflict, Nationalism and Institutional Resistance. Washington:East-West Center Washington

Migdal, Joel S. 2004. “Mental Maps and Virtual Checkpoints: Struggles to Construct and Maintain State and Social Boundaries”, dalam Boundaries and Belonging: State and Socieeties in the Struglle to Shape Indentities and Local Practices. Joel S. Migdal, ed. 3-26. New York: Cambridge University Press.

Pettiford, Lloyd. Changing Conceptions of Security in the Third World. Third World Quarterly, Vol. 17, No. 2 (Jun., 1996), pp. 289-306

Prabowo, Muhadi. Penertiban Atas Tanah dan Bangunan TNI Dengan Status Okupasi

Praja, Vaghwa Hasib Nata. 2008. “Identifikasi Status Tanah TNI Dalam Hukum Pertanahan Nasional”. Skripsi. Program Studi Teknik Geodesi dan Geomatika Fakultas Ilmu dan Teknologi Kebumian, Institut Teknologi Bandung

Ripsman, Norrin M. and T. V. Paul. Globalization and the National Security State: A Framework for Analysis. International Studies Review, Vol. 7, No. 2 (Jun., 2005), pp. 199-227

Robinson, Richard. 2012. Soeharto dan Bangkitkan Kapitalisme di Indonesia. Jakarta: Komunitas Bambu

Robinson, Richard. Toward a Class Analysis of the Indonesian Military Bureaucratic State. Indonesia, No. 25 (Apr., 1978), pp. 17-39

Sanak, Yohanes.2011. Human Security & Politik Perbatasan. Yogyakarta: Polgov

Van Vollenhoven, Cornelis 2013. Orang Indonesia Dan Tanahnya. Yogyakarta: STPN Press

Widjayanto, Andi. 2013. “Rekonstruksi Keamanan Nasional” dalam Penataan Kebijakan Keamanan Nasional. Muradi, ed. Bandung: Pusat Studi Politik dan Keamanan Universitas Padjanjaran

Widoyoko, Danang dkk. Bisnis Militer Mencari Legitimasi. Laporan Indonesia Corruption Watch.

Zuhdi, Susanto. 2002. Cilacap (1830-1942): Bangkit dan Runtuhnya Suatu Pelabuhan. Jakarta: Penerbit KPG

Harga Selangit Hak Asasi Manusia sebagai Ongkos Kegiatan Ekonomi Pihak Militer Indonesia. Laporan Human Rights Watch Vol.18, No.5(C)

Sumber internet

Arif, Solichan. TNI banyak sumbang konflik agraria di Jatim. Diakses di http://daerah.sindonews.com/read/729572/23/tni-banyak-sumbang-konflik-agraria-di-jatim-1363840359 pada 5 Maret 2016

Burhani, Ruslan. Cadangan Pasir Besi di Cilacap Menurun. Diakses melalui http://www.antaranews.com/berita/72784/cadangan-pasir-besi-di-cilacap-menurun pada 9 Mei 2017.

Yudhi, Angga. 2014. Bara Perlawanan Petani di Urut Sewu. diakses melalui http://islambergerak.com/2014/04/bara-perlawanan-petani-di-urutsewu/ pada 3 Maret 2016

Analisa Pengelolaan dan Akuntabilitas Aset Milik Negara di Lingkungan TNI AD. Disusun oleh Bagian Analisa Pendapatan Negara dan Belanja Negara-Biro Analisa Anggaran dan Pelaksanaan APBN -Setjen DPR RI. Diakses di http://www.dpr.go.id/doksetjen/dokumen/apbn_Analisa_- Pengelolaan_Asset_Milik_TNI20130129125834.pdf pada 3 Maret 2016

Berebut Lahan Jadi Akar Konflik Masyarakat dan TNI. diakses di http://www.cnnindonesia.com/nasional/20141224011322-12-20164/berebut-lahan-jadi-akar-konflik-masyarakat-dan-tni/ pada 4 Maret 2016




DOI: https://doi.org/10.31292/jb.v3i1.87

Article metrics

Abstract views : 1293 | views : 796

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2017 Devi Dhian Cahyati

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.

View My Stats